Berita
Nama Gubernur Jambi Dicatut, Pemprov Sebut Praktek Penerimaan Pegawai Hoaks
Pemerintah provinsi jambi menegaskan bahwa
Gubernur Jambi, Al Haris, tidak terlibat dalam isu yang berkembang terkait
dugaan permintaan sejumlah uang untuk meloloskan seseorang menjadi pegawai
melalui oknum berinisial “T”.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara
Pemerintah Provinsi Jambi sekaligus Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi,
Ariansyah, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Diskominfo Provinsi
Jambi, Selasa (19/5/2026).
“Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan terkait dengan
pemberitaan atau narasi yang mengaitkan Gubernur Jambi dengan praktek
penerimaan pegawai melalui jalur tertentu tidak benar, bohong, dan fitnah.
Gubernur Jambi tidak memiliki keterkaitan maupun keterlibatan dalam persoalan
tersebut,” tegas Ariansyah.
Ariansyah menyebut, apabila ada pihak tertentu yang mencatut
nama gubernur untuk kepentingan pribadi, termasuk menjanjikan kelulusan menjadi
pegawai pemerintahan dengan imbalan uang. Maka tindakan tersebut merupakan
pelanggaran hukum dan menjadi tanggung jawab pribadi oknum yang bersangkutan.
Pemprov Jambi juga meminta agar media maupun pihak-pihak
yang menyebarkan informasi tersebut memberikan klarifikasi secara berimbang
sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati
terhadap oknum yang mengaku dekat dengan pejabat pemerintah dan menjanjikan
kelulusan seleksi PNS, PPPK, maupun rekrutmen lainnya dengan meminta sejumlah
uang.
“Kami menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan
tidak percaya debgan oknum-oknum yang megaku dekat dengan pejabat pemerintah
serta menjanjikan kelulusan atau penerimaan PNS, PPPK atau rekrutmen lainnya
dengan meminta sejumlah uang,” imbaunya.
Sementara itu, Ketua Tim Advokasi Pemerintah Provinsi Jambi,
Dr.H. Sarbaini, SH.,MH menilai pemberitaan yang beredar tidak bertanggung jawab
dan bersifat hoaks.
“Kami selaku kuasa hukum penasehat Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Jambi menyampaikan bahwa pemberitaan itu sangat tidak bertanggung
jawab, hoaxs. Jika memang ada oknum tertentu yang memakai atau mencatut nama
pak Gubernur itu bertanggung jawab secara pribadi,” ujarnya.
Ia juga meminta agar setiap informasi atau pemberitaan yang
berkembang terlebih dahulu dikonfirmasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi agar
tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kedepannya agar pemberitaan-pemberitaan segera dikonfirmasi
dengan kami atau Pemerintah Provinsi Jambi,” pungkasnya.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala Biro Hukum Pemprov Jambi, M. Ali Zaini, serta anggota tim advokasi Pemprov Jambi lainnya, di antaranya Musri Nauli dan Adithiya Diar.
